Hening
Sejenak dalam
keheninganku
Ku berjalan melawan arah
Berhenti tepat saat kau
ada
Temaniku goreskan kisah
kehidupan
Disaat kuukir nama
indahmu
Dalam cerita menitih
dewasaku
Cinta…
Selalu terucap lewat
bibir manismu
Cinta…
Tak pernah kuucap selain
padda dirimu
Cinta…
Yang mengajariku
mengertimu
Tapi…
Cinta itu pula lah yang
membuatmu
Menjadi gerhana yang tak
kunjung usai
Dan duri tajam dalam
dagingku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar