Rabu, 25 Desember 2013

SANDARAN TERINDAH




Saat aku berlari kencang bebas tanpa hambatan
Di saat inilah aku harus mulai bersiap
Bersiap untuk mulai berhenti
Berhenti pada persimpangan jalan yang akan aku lewati
Berhenti untuk berfikir
Jalan mana yang harus ditempuh selanjutnya

Aku tak akan pernah tahu
Ujung dari masing-masing persimpangan itu
Apakah kan berujung pada jalan buntu?
Apakah jalan yang mengantarkanku pada lubang tak berdasar
Atau jalan yang menghantarkanku pada sebuah taman
Taman yang diamanahkan Allah kepadaku
Agar ku jaga dan kurawat dengan kedua tanganku

Akan tetapi yang aku tahu saat ini adalah
Bagaimana aku harus menentukan
Persimpangan mana yang harus ku lewati
Persimpangan mana yang akan ku pijaki
Untuk lembaran baru dalam hidup ini

Aku hanyalah manusia biasa
Yang dengan mudahnya dibutakan oleh nafsu
Dan dengan mudahnya disesatkan oleh setan
Yang menutup kedua mata dan telingaku
Sehingga aku tak bisa memilih
Mana yang benar mana dan yang salah
Saat tak bisa membedakan
Mana putih dan mana hitam

Yang ku tahu…
Saat ini hanya satu tempatku bersandar
Tempat dimana aku akan menemukan sebuah jawaban
Tempat dimana aku dikuatkan saat kaki ini mulai letih untuk berjalan
Tempat dimana aku bisa mengadu kala hati dilanda gundah
Dan dimana aku mendapatkan sebuah pencerahan
Saat aku berada di tempat yang gelap
Tempat ku bersandar yang paling nyaman
Yaitu Allah swt.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar